Senin, 29 Juni 2009

Kau tetaplah "seseorang" untukku

Hangat sapanya menyusuri alam maya
terpapar dari hati yang penuh cemas
Katamu, kau cuma sampah
seorang gembel & tak punya arti
bukan siapa-siapa, cuma bangsat
hidup dalam kelamnya dunia
yang melempar jaring-jaring dimuka kakimu
jalinan yang melumpuhkan
dan kuk yang kau tanggung
menyesakkan jiwamu

Satu tanya, benarkah?
memang aku tak nyata mengenalmu
ataukah hanya seorang yang naif
Hai perindu yang cemas
cukuplah sudah, jangan lagi kau caci dirimu
hentikan itu!
hatiku pilu...

Dalam pandanganku,
Bunga bakung yang tumbuh,
sekalipun dalam kelam dan diantara duri-duri
Tetaplah indah adanya
tumbuh dengan sebuah arti
Tercipta dari tangan Sang Pemberi Hidup

Tersenyumlah,
tegakkan kepalamu dan berjalanlah dengan bangga
Puisi ini, hanya sebuah permintaan
dari seorang perempuan,
yang telah kau buat tersenyum dalam maya

0 Comments:

Post a Comment