Senin, 29 Juni 2009

Di ambang batas hari

Di ambang batas hari...
selayang kabar masih enggan menyapa
Hanya seperca lelah yang terusik jengah
cerminan keadaan - kita

Kalimat-kalimat bodoh itu ...
lagi, hanya terucap lantang!!

Angkuh kata,
pada ratusan jam yang memikul peluh
pada jiwa-jiwa yang ditikam syaraf rasa
Inikah yang kita sebut sebagai...
...rindu?!!

Dan di atas cakrawala yang memerah
katamu bongkah cemas itu semakin menua
Hingga untuk kesekian kali
kembali mengabur semua lukisan sanubari

Potret kehidupan
siapakah aku? dan siapakah kamu?

Semua jadi hilang bentuk
meremuk tulang-tulang tak berdaya
Hingga kitapun selalu merutuk
cinta dan rindu apakah sebuah kutuk?

0 Comments:

Post a Comment