Minggu, 18 April 2010

menunggu pagi


Apa yang terjadi dengan hatiku, ku masih disini menunggu pagi. Seakan letih tak menggangguku , ku masih terjaga menunggu pagi…..

......

aku, terjaga sepi
menunggu ujung bila penantian malam.

Lalu haruskan kau pertanyakan, hingga aku kebingungan menghabiskan sisa sepertiga malamku kali ini? Dialog-dialog menunggu pagi, yang kubaca berulang. Kita yang mengendapkan tanah hening, larut utuh bersama senyawa senyumku dalam lembar tatap matamu yang tetap sama tak bergeming.

Bila semua kemungkinan itu tetap membuahkan kejujuran, lalu percayaku akan keinginan dalam diri yang terus bergelut dengan logika yang hendak merapal mantra buah kata “kenapa”.
Sementara, setiap hal tentangmu, terus berdentang pecah di hening di dini hari, sepi.

Katamu "bila kubelah hatimu saat ini, apa yang akan aku temukan?”

.....

Entah….kapan, malam berhenti, temani aku masih menunggu pagi…pagi…

Seakan, aku menepis segala letih. Tanggalkan semua nalar yang sedikit tersisa di balik bilik kenangan yang mulai menggalkan aku perlahan – mungkin mereka bosan menghantuiku.

Pecah sepi….
Dalam hati apa yang harus kuterjemahkan ?
untukmu….

*dan kali ini, yang memberikan jejak aksara bait kata lain dalam catatanku. Apapun itu, biar itu karam di benak terdalam. Jangan titipkan semata luka untuk sebuah goresan yang telah kita buat (yang ada biar adanya tetap ada....hatiku akan tetap sama, meski samar)

*dan pinjem lagunya peterpan

0 Comments:

Post a Comment